Langsung ke konten utama

Postingan

Menilik Kembali "Larangan" Islam dengan Tidak secara Harfiah

Bagi kaum feminis tentunya tidak asing lagi bahwa banyak pendapat yang menyatakan bahwa wanita haid (menstruasi) tidak boleh menyentuh al Quran. Ada lagi pendapat menyatakan bahwa wanita haid boleh menyentuh Al Quran terjemahan dan bukan mushaf (yang full tulisan arab). Kemudian apakah kita cukup dengan berkata "Itu semua kembali pada individu masing-masing mau menganut pendapat yang mana" . Tentunya segala urusan di dunia akan selesai dan putus begitu saja manakala kalimat "pamungkas" itu sudah keluar dari bibir perdebatan sengit. Namun yang akan saya tulis di sini bukanlah bermaksud untuk menyalahkan atau membenarkan. Namun lebih kepada membuka wawasan pembaca entry ini bahwa pemikiran ternyata tak sesempit apa yang tertulis. Murni mengatasnamakan bebebasan berpendapat dan mengemukakan pemikiran. Tersirat selalu berjuta kali lipat lebih luas daripada apa yang tersurat. Jangan lupa sebelum anda membaca entry ini, saya memohon agar anda benar-benar berpikiran netr...

Mempertanyakan "Kita"

Pagi itu jalanan telah jauh dari kata lengang. Suara gemuruh kuda-kuda besi merongrong jalanan kota kecilku. Pukul 6.45 menit. Tepat aku berhenti di perlimaan kota dari arah selatan. Seperti biasa, kamu keseringan tidak hoki karena biarpun sudah kau pacu motor mu 65 km/jam melesat membelah jalanan, tetap saja traffic light keburu berubah merah 3 detik sebelum kau berhasil mencuri jalan. Sial. Dan kamu pun tertunda 112 detik menuju ke sekolah. *** Hari ini dia terbangun malas-malas. Baru mandi jam 6.15 pagi kemudian bergegas menyiapkan pelajaran pagi itu juga. pukul 6.40. Dia baru tersadar hari ini ada tes lari dari guru olahraga nya yang bisa dibilang cukup untuk dikatakan terlalu disiplin. Buru-buru dia meraih kunci motornya dan memacu membelah jalanan sambil berkelok-kelok mendahului para pejalan lamban. Counter traffic light berhitung mundur. 5 detik lagi berubah merah. Semakin garang dia memacu motornya untuk mendapatkan sekelumit lampu hijau yang sudah diujung menguning. Berha...

Anakmu Pulang

11 jam perjalanan menggunakan ular besi ini kutempuh demi berjumpa dengan kota kecilku tercinta yang sekarang sudah menjelma menjadi metropolitan dengan 4 buah mall beterbaran di kisi-kisi kota.. Alhamdulillah sekarang ku sudah berhasil menjejakkan kakiku di tanah Madiun.. Rindu.. Hari masih terlalu dini untuk menyembulkan sang matahari menyinari cakrawala.. Jam 3.15 dini hari.. Aku berjalan menuju pintu keluar Stasiun Madiun dan mencari sosok ayahku tercinta.. Tak ku jumpai beliau hingga beberapa menit kemudian sebuah tangan menggait bawaanku.. Kemudian ku cium tangannya dan ku peluk erat tubuhnya.. Bapak.. Ku ikuti langkah kakinya menuju mobil hitam yang telah terparkir gagah dipinggir jalan.. Sejurus kemudian aku telah sampai di tempat yang paling kurindukan, rumah.. .

Jari Lancang yang Mulai Menari

Malam ini, segelayut awan hitam nan pekat telah bersemayam di cakrawala.. Menelan sisa-sisa senja yang perlahan merubuhkan puing-puing sinar matahari.. Bulan tak nampak malam ini.. Tertutup oleh senyum manismu yang menyilaukan malamku.. Menyendiri dalam tepian keramaian yang tengah bergemuruh.. Kenapa ? apakah sepucuk tawamu sebegitu mahalnya? Aku ingin menghampiri tubuh yang terlindung jaket hitam itu.. Bertanya sekedar melepas dahaga keingin tahuan dan keheranan yang telah mencapai tingkat yang tak tentu lagi ujung pangkalnya.. Apakah kakak? Apakah cahaya redup monitor telepon selulermu menjanjikan kebahagiaan seribu kali lipat dari layar nyata yang sekarang tengah menari semarak di depan matamu ? Apakah kakak ? Apakah gelak tawa konyol ini tak sedikit pun menggelitik mu untuk menggerakkan bibir dan tertawa lepas ? Sebegitukah mahal senyum tawamu ?

Goodbye 2k14

Tiga puluh menit terakhir di 2014... Gw abis merenung beberapa menit.. memikirkan apa yang harus gw lakukan malam ini.. Rencana tahun baruan bersama teman2 hanya sekedar wacana.. Entah gw harus bersyukur atau menggerutu karena memiliki ortu yang kelewat sayang sama gw.. Gw di bolehin keluar bersama temen2 gw.. tapi dengan satu syarat "pulangnya ga boleh malem2" di mana di sini judulny aadalah "Mau Tahun Baruan" Yah, finally, rencana hanya sekedar wacana.. Kemudian gw memutuskan untuk nonton film saja.. nonton fil yang super menyedihkan dan bikin gw nangis bombay.. Kemudian keheningan mulai menyelimuti segala penjuru pikiran gw.. Mau ngapain coy? Akhirnya gw buka lah akun blogger gw dan gw memutuskan untuk blogging.. dan jadilah entri ini..

Jendela Hitam

Dingin pagi menyergap tubuhku, aku melaju di tengah terpaan angin yang seakan mencubit-cubit lapisan kulit ku dengan dinginnya. Sambil tetap menarik gas, tangan kiri ku ku gosok-gosokkan pada pangkal lengan kanan ku. Berharap gaya gesek yang ku usahakan bisa menimbulkan sedikit kalor sehingga dinginnya pagi bisa sedikit teratasi. Namun tidak ada yang berubah. Tetap dingin dan semakin dingin jika aku menarik gas lebih kencang. Jalanan sudah ramai. Kuda-kuda besi berlalu lalang melaju sesuai kehendak tuan mereka. Asap-asap kelabu mengepul keluar dari batang berongga yang berwarna hitam pucat. Tak tahan lagi dengan kepulan-kepulan muram itu, aku memutuskan untuk lebih baik melawan dingin daripada lebih lama lagi menghirup asap-asap beracun ini. Sampai di sekolah ku edarkan pandanganku pada petak parkir itu. Ku telisik satu per satu. Banyak motor yang ku kenal. Namun tak ada motor yang kucari. Segera aku istirahatkan motorku dengan rapi, kemudian aku naik tangga menuju kelas. Pintu b...

Mungkin Waktu 'Marah' pada Kita

Mengapa waktu tak bekerja pada kita? Kemasyangulan hati ini terus saja bergejolak ketika kita bertatap mata.. Cinta transedental yang membuat dadaku sesak berjejal rasa.. Percakapan yang sporadis membuatku menjadi apriori tingkat dewa.. Mengapa kita sulit untuk saling terbuka ? Ataukan kita takut akan sama-sama terluka ? Kita sama-sama terlalu skeptis untuk saling mengungkapkan rasa..